
Berbagai jenis permen, produk susu, acar, kurma dan kios makanan kecil memenuhi pasar dan rak-rak toko di pasar utama kota Gaza yang pada tahun sebelumnya sangat minim dengan barang dagangan.
"Tahun lalu tidak ada buah zaitun, hanya memproduksi sendiri. Kali ini kami mendapatkan zaitun dari Tepi Barat. Hari ini sesuatu telah melintasi persimpangan," kata pedagang Muhammad Al-Hilw.
Ketika masuk waktu berbuka puasa, saatnya untuk menyantap kurma, nasi, daging dan makanan yang manis-manis. Dalam beberapa tahun terakhir suasana berbuka seperti ini bisa dikatakan tidak terjadi di Gaza.
Sebagian besar 1,5 juta penduduk wilayah pesisir Mediterania ini mengandalkan truk bantuan pangan PBB yang datang setiap hari dari Israel untuk mempertahankan hidup mereka, namun bantuan yang datang hanya terdiri dari bahan pokok yang diperlukan saja.
Pada bulan Juni lalu, menyusul kecaman internasional ketika pasukan Israel menewaskan sembilan aktivis Turki dalam armada bantuan yang berusaha melanggar blokade angkatan laut di Gaza, Israel memerintahkan pelonggran blokade ketat yang mereka terapkan.
Dalam perubahan aturan, dikatakan bahwa hanya beberapa barang yang boleh masuk seperti barang-barang kesehatan dan medis, minuman ringan serta makanan kecil kemasan, namun Israel tetap mempertahankan larangan terhadap 3.000 item barang lain.(fq/aby)SUMBER
0 komentar:
Posting Komentar
Jazakallah Atas kunjungan dan komentarnya, Moga bermanfaat..Syukran